Senin, 22 Maret 2010

DUA CENDEKIAWAN

Alkisah, di kota Afkar, sebuah kota kuno, hiduplah dua laki laki terpelajar yg satu sama lain saling membenci dan meremehkan pengetahuan masing masing. Karena yg satu menyangkal adanya dewa dan yg lain mengimani keberadaanya.

Suatu hari keduanya bertemu di pasar. Ditengah tengah para pengikutnya, mereka mulai berbantahan dan memperdebatkan ada tidaknya dewa. Setelah beberapa jam perdebatan itu berlangsung, merekapun berpisah.

Malam itu si terpelajar yg tak percaya pergi ke kuil dan bersujud di depan altar dan berdoa pada dewa agar dosa dosa masa lalunya diampuni.

Dan pada jam yg sama si terpelajar yg percaya dan mengimani dewa telah membakar kitab kitab suci. Karena ia telah berubah menjadi orang yg tidak percaya.[*]

Dari cerpen Kahlil Gibran: Dua Cendekiawan.

Lalu Apa yg kita dapat dari cerpen ini?
Mungkin memang masalah keimanan dan keyakinan tidak untuk diperdebatkan.

Sabtu, 20 Maret 2010

ETNIS

Suatu hari saya berada di kota pontianak. Sebulan dua minggu disana dalam rangka menunggu dan pasca tunggu rencana perjalanan menuju malaysia dan diteruskan ke negara brunei darussalam.

Saya rada aneh melihat pemandangan kota ini, banyak sekali populasi masarakat etnis china. Bahkan didalam angkot pun, mereka (etnis china) mengobrol dengan sesamanya dalam bahasa china.
Disuatu waktu Saya mencoba bertanya pada penduduk suku melayu disitu. Ternyata memang benar, kota itu dihuni banyak etnis china, selebihnya dibagi suku melayu dan suku dayak. Sebagian kecil lagi jawa dan lainya.

Ketika saya melihat peta, ternyata laut sebelah barat pulau kalimantan itu dinamakan laut china selatan, pantas saja banyak sekali warga etnis china disitu.
Laut china selatan ini berarti jalur perdagangan masarakat china yg meliputi malaysia, batam, palembang termasuk juga tanjung priok. Sebagaimana rata2 kota2 di dunia juga didukung oleh jasa dan armada laut mereka.
Coba kita lihat kota2 besar di indonesia, semua nya dekat dengan laut, ini membuktikan bahwa dulu dan sekarang pun cara perdagangan itu melalui laut.
Semarang, surabaya, cirebon, tanjung priok, tanjung balai, teluk bayur, pearl harbour, dll.
Dalam sejarah kelautan beberapa ratus tahun yg lalu terkenal ada nama laksmana Cheng Ho,
dan di Cirebon, masjid agung peninggalan syeh syarif hidayatillah, ada unsur china nya juga.

Mereka benar benar etnis yg suka berdagang kemana mana, ulet dan tahan guncangan ekonomi dan politik. Walaupun mereka pernah di bantai di jakarta sewaktu pemerintahan belanda beberapa ratus tahun yg lalu di dekat sungai, yg sekarang dinamakan sungai angke karena waktu itu sungai ini menjadi berwarna darah dan bau bangkai karena pembantaian itu. Ratusan etnis china konon dibantai tentara kolonial disini. Terbukti mereka kuat sampai sekarang dan mendominasi perdagangan disemua kota di indonesia dan dunia.
Di tahun 1998 juga sewaktu presiden Soeharto lengser, mereka menjadi korban rezim ini, toh mereka bangkit kembali dan menguasai perdagangan dan ekonomi.
Etnis yg hebat.

Selasa, 16 Maret 2010

BERMAIN CATUR

Illustrasi gambar:
pemain sebelah kiri bernama Iwan, biasa dipanggil Pak iwan. Profesi sebagai Guru, ini lawan berat saya.

pemain sebelah kanan bernama... (saya lupa) tapi biasa dipanggil Nang Imi.

Sebelah kanan nang Imi, yaitu orang rada rada. Liat saja tuh, mulutnya monyong begitu mirip ikan gurami :D
wakakaka...

sebelah kanan pak Iwan, itu anaknya si tukang warung.

Yg duduk jauh pake kaos merah, itu teman saya lagi merenung atas kekalahanya bermain catur..

Senin, 15 Maret 2010

LELAKI SEJATI

Seorang perempuan muda bertanya pada ibunya.

Ibu, seperti apakah lelaki sejati itu bu?

Ibunya kaget mendengar pertanyaan itu, rasanya baru kemarin ia masih mengompol. Dan sekarang puterinya sudah dewasa.

Kenapa kau tanyakan itu nak?

Saya ingin tau.

Trus setelah itu?

Saya tidak tau.

Baiklah anakku, kau sudah saatnya mengetahui seperti apa lelaki sejati itu, lelaki sejati adalah lelaki yg bukan saja ia tampan rupawan, bukan saja karena ia perkasa.

Lalu seperti apa bu?

Lelaki sejati itu bukanlah lelaki yg kuat memanggul beban, bukan pula lelaki yg punya mobil mewah atau motor bagus saja, anakku.

Jadi seperti apa bu?

Ibunya mulai merenung, mencoba mengumpulkan data data yg ada di otaknya untuk mendefinisikan seorang lelaki sejati.
Lalu, dengan pandangan yg seolah olah lelaki itu ada dihadapanya, sang ibu lalu berkata, lelaki sejati itu anakku, adalah lelaki yg..

Seperti apa bu?

Lelaki sejati itu adalah lelaki yg berkata apa saja yg pantas ia katakan. Ia bertindak apa saja yg pantas ia lakukan.

Aaaaah, lelaki sejati. Andaikan saja aku bisa memilikinya, betapa bahagia hati ini.
Perempuan muda itu orgasme batin.

Katakan dimana aku bisa bertemu dgn lelaki sejati itu bu?

Tiba tiba wajah ibunya menjadi suram. Lalu dia berkata, sekarang tidak ada lagi lelaki sejati itu nak. Mereka sudah berubah menjadi pemangsa dan penipu.

Ibu, aku ingin memiliki lelaki sejati itu. Bukankah ibu juga akan bahagia jika dapat menimang cucu dariku?

Lalu ibunya bangkit dan membentak, makanya kamu jangan dikamar melulu hanya duduk didepan komputer, maen facebook, chatting, apa itu, buang buang waktu saja. Ayo sekarang kamu keluar ! Cari lelaki sejati mu.

Ah, ibu. Bukankah dirumah lebih baik. Aku hafal diluar kepala syair syair kahlil gibran bu.

Itu tidak cukup, kamu musti berkomunikasi dgn mereka, berinteraksi. Ayo cepat keluar ! Cari lelaki sejatimu.

Ibunya mendorong anak perempuanya keluar pintu.

Dimana aku harus mencarinya bu?

Dimana saja, mau di terminal, di pasar, dijalan, terserah kamu. Tangkap mereka satu walaupun dgn mata tertutup. Asal,

ibunya menghela nafas, lalu sebelum anak perempuanya membantah ia melanjutkan. Asal kalian berdua saling mencintai.

Dan ingat nak, seorang wanita, siapapun dia, darimanapun dia, bagaimanapun dia, bisa menjadikan seorang lelaki yg siapapun dia, darimanapun dia, bagaimanapun dia, menjadi lelaki sejati.

Seketika ibunya membanting pintu, GUBRAK !

NB: tulisan ini alakadarnya. Jauh dari tulisan aslinya milik temanku yg penuh dgn gambaran emosi dan suasana.

KOMUNIS

Sewaktu saya sedang jalan jalan di negara tetangga, tepatnya di negara Brunei Darussalam. (hehehe, gayanya jalan2, padahal sih lagi nyari sesuap nasi).

Pada suatu hari, ketika saya besama teman teman sedang nongkrog di pinggir jalan, dari seberang terlihat orang memakai kaos merah berjalan sendirian.
Setelah orang itu sudah membelakangi kami, ternyata dibelakang punggungnya bergambar partai palu arit alias PKI alias komunis.
Seseorang diantara kami berkata, "jika dia berjalan di tanah indonesia, maka sudah habislah dia".
Yg lainya menimpali, "itu bukan orang sini, kalau bukan orang vietnam, itu myanmar".
Saya hanya bilang pada mereka, bahwa komunisme di indonesia itu cuma kalah politik saja sehingga tidak bisa diterima karena cap jelek dan fitnah. Buktinya di negara yg tadi disebut, bahkan disini (Brunei Darussalam), tidak ada yg merinding menyebut komunis.

Kalau di indonesia, nama itu semacam mewakili kebiadaban, wabah, sesat, neraka.

Teman saya pernah jalan jalan ke myanmar dalam suatu acara kenegaraan (padahal sih bukan temanku, saya cuma baca koran saja kok). Katanya, ditengah tengah kota itu terdapat patung Lenin.
Ia adalah salahsatu penganut faham marxisme nya Karl Marx sang pengarang kitab De Dast Kapital (kitab rujukanya kaum komunis). Ini membuktikan negara ini berfalsafah komunis. Dan mereka baik baik saja.

Teman saya lagi nih, baru datang dari korea selatan. Ia bercerita panjang lebar tentang negara itu.
Katanya, negara ini dulu komunis, sekarang saya tidak tau hehehe, Kebiasaan mereka itu di manja oleh pemerintah, tanah tanah disana mahal, mustahil bisa membangun rumah pribadi saking mahalnya tanah, pemerintah telah menyiapkan mereka apartemen.
Orang sana, walaupun jabatanya boss, tetap saja tak punya rumah.

Nah, Suatu hari teman saya memperlihatkan foto rumahnya di kampung hasil kerja nya di negara ini kepada mereka. Mereka cuma geleng geleng kepala tidak percaya. "busyet dah lo ! Ini bener rumah kamu?"

BIG BREAST

Tukang instalasi listrik itu lupa membawa tangga segitiga untuk reparasi listrik di rumah tetangganya. Karena memang ia tidak punya.

Sang tuan rumah kemudian menawarkan diri memberi solusi, "ayo naik disini saja (menunjuk ke dadanya yg besar) saya dan anak saya yg akan menyanggamu".

Wakakakakak. Tante dan anak nya sama sama punya payudara besar. Cukup kuat untuk menahan tubuh si tukang listrik itu.

Dasar tante girang, tak ada rotan akarpun jadi.