Sabtu, 10 April 2010

buku ini aku pinjam

Buku ini aku pinjam
kutuliskan sajak indah
hanya untuk mu seorang
tentang mimpi mimpi malam

biar tau
biar rasa
maka tersenyumlah kasih
tetap langkah
jangan hentikan
cinta ini milik kita

cinta ini milik kita...

(Diambil dari bait terakhir lagu bung Iwan Fals berjudul: Buku Ini Aku Pinjam)

saya tidak terlalu mengenal bung Iwan Fals ini. Tetapi Pada suatu hari saya mendengar lagu ini kok seperti gw bangets. Maksudnya dunia percintaan hayalan dulu waktu masih sekolah itu ya pengenya begini, kaya lirik lagu diatas. Cuma sayangnya kalo saya itu tidak kesampean. Hehehe

nah, di jaman internet ini, saya mengalami perasaan perasaan yg Bung Iwan tadi tuliskan dulu jauh jauh hari pada lagu itu, mungkin kira kira akhir tahun 70an kalo tidak salah. Tapi bukan buku yg mo dipinjam. Melainkan halaman blog nya hahaha..

inilah bukti bahwa perasaan manusia tak jauh beda, cuma alatnya saja yg beda. Sedangkan isinya sama. Yaitu sebuah ungkapan hati (ini kalo bisa mengungkapkanya. kalo tidak bisa ya nyontek saja kaya saya. He he)

Selasa, 06 April 2010

kekasihmu bukan jodohmu.

ini analisa seorang teman (lagi lagi saya menyebutnya teman padahal belum berteman. Lebih tepatnya, ia adalah seorang kompasianer) yg saya contek tulisanya. Kalo bisa mah copy paste. Cuma mesinya tidak bisa. Jadi saya copy manual saja.
Sikap sikap pasangan kita yg berhubungan dgn judul diatas diantaranya begini:
-kau merasa sendiri walaupun kau didekatnya.
-yg diceritakan padamu deritanya, bukan bahagianya.
-tak peduli dgn masalah masalahmu
-tak jarang memanfaatkanmu mental maupun materi.
-susah diajak berbagi.
-Menemui kalo lagi butuh, kalo ndak ya cuek cuek aja..
-merayumu tapi tak jelas batas waktunya.
-ditanya ttg hubungan, jawabnya "jalani saja seperti air mengalir"
-rasa cemburu nya meluap luap dan selalu dijadikan alasan untuk memarahimu.
-berusaha 'merabamu' tapi tidak berani tegas dgn komitment hubungan.
-berani meminta uang kepadamu lebih dari tiga kali.

Nah, inilah analisa teman saya itu. Tentu dia menulis itu semua dgn pengalaman pengalaman yg pernah ia atau temanya alami.

Tulisan aslinya klik disini http://m.kompasiana.com/?act=r&id=111898

Minggu, 04 April 2010

sajak seorang tua untuk istrinya

Aku tulis sajak ini
untuk menghibur hatimu
sementara kau kenangkan encokmu
kenangkanlah pula masa remaja kita yg gemilang
dan juga masa depan kita yg hampir rampung
dan dgn lega akan kita lunaskan

kita tidaklah terasing dan sendiri dgn nasib kita
karena soalnya adalah hukum sejarah kehidupan
suka duka kita bukanlah istimewa
karena setiap orang mengalaminya

hidup tidaklah untuk mengeluh dan mengaduh
hidup adalah untuk mengolah hidup
bekerja membalik tanah
memasuki rahasia langit dan samodera
serta mencipta dan mengukir dunia.
......
(WS. Rendra)

lalu ketika Rendra di tanya dalam suatu wawancara di sebuah majalah negri ini, "kapan anda buat sajak ini?",
lalu Rendra menjawab, "saat itu saya masih mahasiswa, belum beristri, belum mengerti cinta. Sepanjang pikiran saya waktu itu, kalau saya jatuh cinta akan kayak begini. Dan saya membayangkan diri saya itu tua. Itu idealisasi saya mengenai suami istri, bagaimana menempuh hidup bersama itu dgn berbagai masalahnya. Saya mulai berpikir, dan saat itu lagi senang senangnya mempertimbangkan pendekatan pendekatan filosofis".

in memoriam: WS. Rendra.

Minggu, 28 Maret 2010

antara BRAVEHEART, MAHABHARATA, CATUR, dan AKU.

Melihat film film yg menceritakan peperangan jaman dulu ko mirip permainan catur ya..

Pertama pion dulu maju(tentara/prajurit), terus pasukan berkuda, pasukan gajah. Sedangkan raja dan mentri berada dibelakang memberi komando.
Kalo peperangan hampir kalah, raja cepat2 lari pake kuda.
Hikikikik.. Masuk akal juga kan?

Permainan Catur ini katanya berasal dari india. Saya lupa tahun berapa berapa nya. Nyari informasi nya males. Padahal sih mbah google selalu ada disamping. Tapi lagi males ya mo gimana lagi. Udah lah, terserah saya saja. Siapa yg tidak cocok silahkan tinggalkan komentar. Hehehe, promosi lagi... :D

berasal dari india, berarti konsep nya ngambil dari kitab mahabharata yg menceritakan perang bharatayudha. Yg artinya menurut bahasa adalah perangnya para petinggi kerajaan. Bharata = kepemerintahan. (hehehe, ini versi saya. Jangan terlalu percaya) yudha =perang/peperangan.

Perangkat perang mereka yaitu ribuan prajurit, ratusan pasukan berkuda, ratusan pasukan penunggang gajah, beberapa benteng pertahanan, dan tentunya raja dan mentrinya beriringan memberi komando sembari kipas kipas diatas kuda mereka yg cantik dan mahal.

Kalau tiba tiba terjadi ancaman SKAKMAT, cepat cepat lah lari terbirit birit dgn kuda itu. Hahaha...
Hiaaat!
Kabuuuurrr!

Nah, kalo dialam nyata perang itu atas dasar politik kekuasaan, tahta, perebutan wilayah, yg dipoles dgn kepercayaan kepercayaan agama dan keyakinan. Maka di papan catur, pemain catur adalah tuhanya para biji catur. Hehehe,

kok bisa begitu?

lah iya. wong saya yg menggerakan biji biji catur itu kok..
Biji biji catur itu kan tidak berkehendak. :D

KUTALAKULAKU

Nah ini dia perasaannya seseorang yg lama tidak menikah dan sampai akhir hayatnya belum jua pernah menikah.
Adalah seorang penyair dari libanon, Kahlil Gibran. Lahir di kota kecil Beshari libanon utara 1883. Di tahun ini juga terjadi letusan gunung krakatau yg dahsyat yg menewaskan puluhan ribu orang di selat sunda, yg asap hitam dan abu vulkanik nya dapat terlihat ampe ke benua amerika.

Kahlil gibran (1883-1931). Oleh para penggemarnya dijuluki sang Nabi dari libanon. Kenapa demikian? Karena karya beliau yg berjudul "The Prophet", laku keras di pasaran dan menduduki best seller ampe beberapa minggu di amerika dan ampe sekarang pun masih banyak yg nyari. (termasuk saya, karena sampai saat ini saya belum pernah membacanya. Hehehe).
Disamping itu, beliau memang ada garis keturunan para nabi. Yaitu Yahya a.s dan Isa almasih, yg keduadua nya itu belum menikah sampai sang maut memeluknya.

Berikut salah satu cerpen beliau diantara cerpen cerpen lain yg saya suka yg sudah diindonesiakan. Tentunya juga saya singkat, karena nanti tidak muat (padahal sih nulisnya cape. Hehehe) :D

Judul: SANG JUWITA

Kemanakah kamu hendak berjalan bersamaku, hei peri yg mempesona?

Sampai kapankah aku akan mengikutimu berjalan diatas jalan yg kasar, yg ada diantara tebing tebing batu, yg penuh dgn duri duri, Yg kita daki dgn kaki kita menuju puncak ketinggian dan membawa kita turun ke dasar lembah yg terdalam?

Aku telah berpegang erat pada ujung pakaianmu dan berjalan di belakangmu seperti anak kecil yg berjalan dibelakang ibunya, sambil melupakan mimpi yg terjadi padaku, berjalan berputar putar menggapai keindahanmu, menghalau arak arakan awan yg berterbangan disekitar kepalaku dan tertarik oleh kekuatan yg bersembunyi dlm tubuhmu.

Berhentilah sejenak agar aku dapat melihat keelokan wajahmu, tataplah aku lekat lekat agar aku melihat kedalam matamu itu rahasia rahasia hatimu dan aku mengerti akan roman wajahmu yg menyiratkan ratapan ratapan jiwamu.

Berhentilah sebentar hey yg mempesona, aku telah bosan berjalan dan jiwaku telah gemetaran karena kengerian kengerian yg ada di jalan ini. Berhentilah, kita telah sampai dipenghujung jalan dimana kematian akan memeluk kehidupan, dan aku tidak akan menempuh jalan lain sampai jiwaku mengerti akan kehendak kehendak jiwamu dan hatiku memahami isi lorong lorong hatimu.
***

Huuuwh.. Nulisnya cape. Tak sabar. Lagipula siapa yg mo baca kalo kebanyakan tulisanya. :-/
saya singkat saja deh ampe ke episode terakhir.
Begini:

Tetapi, berhentilah hey peri yg mempesona sebentar saja, dan lihatlah kekuatan yg telah pulih dan ikatan ikatan yg ada padaku yg mengikat kedua kakiku telah terputus dan aku telah pecahkan gelas yg dari gelas itu aku telah meminum racun yg kamu anggap baik.
Lalu apa yg kamu mau untuk kami kerjakan dan diatas jalan mana yg kamu kehendaki untuk kami lalui?

Telah aku tarik kembali kebebasanku, karena itu apakah kamu rela terhadapku sebagai teman yg merdeka, terbang berputar putar menuju wajah mentari dgn membawa pelupuk pelupuk mata yg beku dan menggenggam api dgn jari jari tanpa merasa gemetaran?

Aku telah bentangkan sayapku yg kedua karena itu apakah kamu mau menemaniku menghabiskan waktu dgn terbang seperti burung nazar melintas diantara gunung gunung dan melewatkan malam dgn mendekam seperti singa di padang rumput?

Apakah kamu merasa puas dgn cinta seorang lelaki yg menjadikan cinta sebagai teman dan apakah kamu merasa segan dgn cinta itu sebagai seorang tuan?

Apakah kamu bisa menerima cintanya hati yg kehausan, yg tidak tunduk, yg menyala nyala namun dia tdk mencair?

Apakah kamu merasakan ketenangan bersama keinginan keinginan jiwa yg gemetaran didepan angin kencang namun ia tdk rubuh, dan terbang bersama angin puyuh namun dia tdk terpental dari tempatnya?

Apakah kamu rela menganggap aku sebagai sahabat yg tidak menindas dan tidak pula ditindas?

Kalau begitu, satukanlah kedua tanganku ini dgn kedua tanganmu yg indah itu, dan tubuh ini peluklah dgn kedua lenganmu yg lembut itu, dan mulut ini ciumlah dgn ciuman panjang lagi dalam yg mengulum kalbu.[*]

SELESAI

Hmm... Ending yg begitu mengesankan :-)

Oh, kasih... Terimalah cintaku. UHUYYY....! :D

Sabtu, 27 Maret 2010

KEMBANG BUNGA KEMBANG

Seorang guru biologi ku sewaktu dulu saya duduk di SMP menerangkan, "apakah yg disebut dgn BUNGA?"
kemudian beliau melanjutkan, "Bunga adalah alat kelamin tumbuhan yg terlihat nyata".

Seketika itu juga fikiranku menuju ke alat kelamin seorang wanita.

Dilain waktu dan tempat. Saya membaca artikel blog milik seorang tukang ahli sexologi bernama (halah, saya lupa dan takut salah sebut nama) di situs Kompasiana. Dari tulisan itu kurang lebih saya tangkap begini, bahwa alat kelamin seorang wanita yg masih perawan itu, di selaput dara nya ada lubang pori pori yg berbeda beda persis bebungaan. Di selaput dara itu ada lubang lubang sebagai pori pori untuk keluarnya cairan haid.

Hehehe.. Mungkin ya memang benar begitu. Bunga mawar berbeda dgn melati atau bunga matahari. Jumlah kelopak dan cikal bakal buah dan bijinya juga.

Hmm...