Rabu, 04 Agustus 2010

GELETAR PERADABAN

Manusia hanyalah abdi kehidupan. Peradaban ini merengkuh hari hari nya dgn penderitaan dan kerendahan derajat. Dan memenuhi malam mereka dgn air mata dan darah.

Tujuh ribu tahun berlalu sejak aku dilahirkan, akan tetapi yg kusaksikan hanyalah abdi abdi yg patuh, dan tahanan yg terbelenggu.
Telah kujelalahi timur dan barat dunia. Aku berkelana dalam halusinasi kehidupan dan hari hari yg terang. Aku telah menyaksikan kafilah negeri negeri dan orang orang berjalan dari gua gua menuju istana mereka, akan tetapi sampai sekarang yg kusaksikan dgn mata kepalaku sendiri, hanyalah tangan terikat rantai, lutut di tekuk didepan berhala.
Dimanapun, disamping jejak kaki mereka di tanah, kusaksikan bekas rantai yg menyeret mereka.

Dimanapun, lembah lembah dan bukit bukit menggaungkan istana istana, alun alun, dan kuil kuil. Aku berdiri tegak di depan masjid, altar, dan mimbar. Kusaksikan dgn mata kepalaku sendiri, para pekerja menjadi abdi bagi pedagang, pedagang jadi abdi prajurit, prajurit jadi abdi warga, warga jadi abdi raja, raja jadi abdi pendeta, pendeta jadi abdi berhala, berhala dibuat dari debu oleh setan setan, dan didirikan diatas tumpukan bangkai manusia.

Aku berdiri tegak dalam aula bertahtakan manikam, aku bersimpuh di gubuk gubuk yg dihantui keputus asaan dan desah nafas kematian.

Dimanapun kusaksikan dgn jelas, para abdi digiring dalam arak arakan menuju altar, dan memanggilnya "Tuhan".
Mereka mendapat madu dan wewangian di kaki mereka, dan menyebutnya "malaikat".
Mereka membakar dupa didepan ilusinya, dan memanggilnya "nabi".
Orang orang itu rebah tak berdaya dihadapanya, dan menyebutnya "supremasi hukum".
Orang orang itu berperang dan membunuh untuknya, dan menyebutnya "pahlawan".
Orang orang itu menyerah pada kemauanya, dan menyebutnya "wali Tuhan di bumi".
Mereka lalu membakar rumah rumah mereka dan menjebol dinding dinding (bukan dinding fb loh..) atas perintah komandanya, dan menyebutnya "persaudaraan dan persamaan".
Orang orang itu membanting tulang dan melakukan apa saja untuknya, dan menyebutnya "kemakmuran dan perdagangan".

Sesungguhnya ia punya banyak nama, akan tetapi hanya ada satu kenyataan. Satu muka, abdi tanpa awal, tanpa akhir, timbul dgn banyak gejala yg saling bertentangan dan rasa sakit yg berbeda beda, diwarisi oleh putra putra dari orang tua mereka, seperti mereka mewarisi nafas kehidupan. Tahun tahun menerima benih nya dalam tanah tahun sebelumnya, seperti hal nya musim menuai apa yg disemai musim sebelumnya.

Alangkah anehnya jenis dan golongan peradaban yg aku temui ini. Peradaban buta, peradaban manusia masa kini yg yakin pada masa lalu leluhurnya, menyembah pada adat yg buta, membuat mereka menjadi jasad baru bagi ruh ruh kuno, makam peleburan bagi belulang yg memutih.

Tatkala aku telah lelah mengikuti generasi demi generasi, dan letih menyaksikan pawai kampung dan negri, aku duduk sendiri di lembah hantu, tempat memori generasi generasi masa lalu bersembunyi, dan ruh masa depan terbaring menanti. Kusaksikan dgn mata kepalaku sendiri, sesosok hantu kurus berjalan sendiri menatap wajah metari. Aku bertanya kepadanya, "siapakah engkau? Siapa namamu?"
ia menyahut, "namaku kemerdekaan".
Aku bertanya lagi, "dimana gerangan anak anak mu?"
ia menjawab, "yg satu mati dikorbankan, satunya lagi mati sebab gila, dan tak ada lagi yg lahir".
Ia lalu minggat dari hadapanku, dibalik selimut kabut malam. []

dari kumpulan cerpen Kahlil Gibran
Cinta Sepanjang Masa

***

konon katanya, Kahlil Gibran itu banyak julukan, diantaranya adalah ia dijuluki "si kufur". Ya mungkin karena cerpen diatas itu.

Senin, 02 Agustus 2010

Nafas Cinta Sang Kekasih

Quthuz adalah sebuah ironi perang. Mungkin malah yg paling unik. Lelaki itu menaklukkan gelombang invasi paling mengerikan dalam sejarah islam dalam perang 'Ain Jalout; ia mengakhiri riwayat petualangan berdarah cucu Jengis Khan di dunia Islam. Maka ia digelari AlMuzhaffar: sang pemenang, AlMuzaffar Quthuz.

Tetapi lelaki ini justru 'mengalah' dgn senang hati saat salah seorang komandan perang nya, Baebarz, hendak membunuhnya. Ia bahkan menyerahkan kerajaan dan kepemimpinan mesir ke tangan Baebarz sebelum terbunuh. Dan Baebarz pun mendapatkan gelar yg sama: AlMuzaffar Baebarz.

Walaupun masa kerajaanya di mesir dikenal sebagai era kerajaan para budak ('ashr al mamaaliik), Quthuz sebenarnya bukan seorang budak. Ia adalah ponakan Saja Jalaluddin Khawarizmi, pemimpin kerajaan di asia tengah yg ditaklukkan pertama kali oleh Jengis Khan sebelum membumihanguskan Baghdad. Cendan menanamkan tekad pembalasan pada jiwa nya. Maka ketika ia akhirnya mengambil alih kerajaan mesir dari klan Ayyubiyyah. ia hanya punya satu agenda: menghabisi Tartar!

Dendam itu selesai. Tapi bukan karena itu ia menyerah pada Baebarz. Ia hanya lebih baik mati daripada melanjutkan hidup. Sebab kekasihnya, Gelanar, terbunuh dalam pertempuran itu. Syahidah yg meneriakkan "waa-islamaah" itu berhasil membangkitkan kembali semangat juang pasukan muslim saat mereka hampir kalah. Ia pun jadi target pasukan Tartar. Dan ia syahidah.

Kematian Gelanar seperti membawa nafas kehidupan dalam ruh Quthuz. Hidup tak lebih baik daripada mati, setelah itu, sang kekasih telah pergi membawa semua bunga dari taman kehidupanya. Tak ada sisa. Maka tak ada asa. Dari cintalah kita menemukan alasan untuk tetap bertahan hidup: karena ada kekasih yg menerangi jiwa, seperti matahari menyalakan bumi, seperti bunga menghidupkan taman.

Kalau cinta mempertemukan jiwa di alam ketinggian, maka perpisahan di alam dunia adalah siksaan jiwa bagi para pecinta. Kalau mata tidak saling memandang, maka jiwa dan jiwa pasti tersiksa rindu. Kalau rindu mungkin masih berujung pertemuan di alam dunia, itu tanda hidup masih menyisakan harap.

Tapi kalo sang kekasih telah mati, tidak ada surat yg akan terkirim: darinya padamu, atau darimu padanya. Perpisahan begitu takkan berujung pertemuan di akan dunia. Ruang pertemuan yg tersisa hanya satu: alam akhirat. Maka kematian adalah jalan jiwa para pecinta sejati: jalan damai yg disediakan Allah untuk membebaskan mereka dari siksaan perpisahan. Kematian begitu adalah rahmat bagi para pecinta sejati. Itulah jalan jiwa Quthuz. []

Tarbawi edisi khusus. Keajaiban surat cinta. rubrik REFLEKSI ANIS MATTA.

PENDEKAR SYAIR BERDARAH

Heninglah jiwaku sebab langit takkan pernah mendengar mu. Tenang lah, sebab kemenyan telah dibakar oleh tangisan kesedihan. Ia takkan melahirkan simponi dan melodi mu. Tenang lah, sebab seringai malam tak mengindahkan mister misteri bisikan mu, dan arak arakan hantu takkan berhenti di depan mimpi mu.

Heninglah jiwaku, tetaplah hening sampai fajar merah. Sebab barang siapa yg menanti fajar dengan kesabaran, akan menemukan fajar dgn sepenuh kekuatan. Siapa yg mencintai cahaya, akan dicintai cahaya maha cahaya.

Heninglah jiwaku, dan dengarkanlah aku bicara, dalam mimpi ku renung i camar bersenandung, seolah olah ia terbang rendah melintasi gunung api yg menghajar bumi. Kusaksikan dgn mata kepalaku sendiri, kembang teratai mengeluarkan mahkota nya diatas salju. Kusaksikan dgn mata kepala, sejuta bidadari telanjang dada menari diantara makam. Kusaksikan sendiri anak anak tertawa bermain tengkorak iblis.

Kusaksikan dgn mata kepalaku sendiri semua ini dalam mimpi. Tatkala bangun dan menyaksikan diriku, kulihat sebuah gunung api meletus, namun tak terdengar camar bersenandung, bahkan juga tak kulihat ia terbang tinggi.

Kusaksikan dgn mata kepala, langit berhiaskan salju, sawah sawah dan lembah diselimuti serumpun teratai yg putih beku. Kusaksikan dgn mata kepalaku sendiri, makam berbaris baris, timbul didepan kesunyian zaman. Namun tak kukira satupun tak bergoyang menari, juga tak satupun yg tertunduk berdoa. Kusaksikan dgn mata kepalaku sendiri tengkorak segunung, namun tak satupun yg tertawa kecuali angin lalu.

Terbangun, yg kusaksikan dgn mata kepalaku sendiri hanya kesedihan dan duka, kemana perginya mimpi mimpi kesenangan dan kegembiraan tadi? Kenapa kemegahan mimpi mimpi itu sirna, dan bagaimana mungkin pemandangan pemandangan itu lenyap?

Bagaimana jiwa dapat bertahan sampai hantu keinginan dan harapan nya bangun dalam tidurnya?

Heninglah jiwaku sampai fajar menyingsing. Tenang lah, sebab badai yg gelisah mengejek kedalamanmu dan gua gua lembah takkan menggemakan suaramu.

Heninglah jiwaku sampai fajar, maka fajar akan merangkul mu penuh kerinduan. Fajar merah telah merekah, hatiku.. Bicaralah jika kau mampu bicara. Inilah iring iringan fajar, hatiku !
Apakah malam yg hening akan tertahan di kedalaman hatimu untuk bersenandung menyambut fajar?

Lihatlah, sekawanan merpati dan camar berpencar melintasi lembah. Akankah kebencian malam mengusik mu untuk terbang tinggi besama mereka? Penggembala mengiring binatang ternak mereka dari kandang dan taman. Akankah hantu hantu malam mengusik mu untuk mengikuti orang orang itu ke padang padang savana yg hijau? Para lelaki dan perawan lari lari menuju taman madu. Kenapa kamu tidak bangun dan berjalan bersama mereka?

Bangunlah hatiku, bangun dan berjalanlah bersama embun fajar, sebab malam telah lalu. Hantu hantu malam telah sirna dgn mimpi mimpi pekat nya. Bangunlah hatiku dan nyanyikan suaramu dalam lagu, sebab hanya anak anak kegelapan sajalah yg tak berhasil manunggal dgn syair dan simponi pujian sang fajar.

***

dari cerpen Kahlil Gibran: Antara Malam Dan Fajar

Jumat, 30 Juli 2010

KERA-NJINGAN INTERNET

Ahmed: Hai sem :)

Saya: Hai, apa kabar, Med?

Ahmed: Baik Gy ngapain nih?

Saya: Lagi maen catur. ayo maen med.. Nih link nya http://chesscube.com

ahmed :oke,

Saya: nanti kita ketemu di ruang indonesia
kau ku jemput nanti

demikian obrolanku di YM dgn seorang kawan yg selama ini bekerja di rumah nya pak Sanudi kalo tidak salah, di timur tengah sana. Konon katanya sih dia menjual bahan bakar minyak. Sebab majikanya itu memang seorang juragan minyak kelas dunia di timur tengah.

Beberapa menit kemudian, si dia sudah ada di ruangan indonesia. Setelah mengucap salam, "mardeka!" kami langsung buka papan caturnya.
Aku pegang putih duluan
e4
lama tak balas langkah. Rupanya dia masih bingung dgn tombol2 fungsinya. Setelah itu..
h7
loh med, kok langkah nya itu, pesan saya dari kotak obrolan
mo gimana lagi sem?, saya kan baru disini, lagipula saya tidak terlalu bisa memainkanya.

Setelah sekian langkah, permainan jadi tak karuan, masa mentrinya dibiarkan tertawan.
Hahaha..

Saya menyerah! Sekarang gantian. aku ajak kau maen bilyard online nih link nya http://arcadetribe.com biasa, kau registrasi dulu. Kutunggu kau disana yea
ok.

Saya langsung ke tkp. Registrasi tanpa halangan. Ambil tiket langsung tengok ke semua ruangan. Tapi dimana si ahmed?
Saya kembali ke yahoomessenger, "med, kau dimana?"
"di ruang indonesia. Saya sebagai tamu"

akhirnya ketemu juga tapi sayang. Tukang warnet nya dah mo tutup.

Sudah med, ah! Lain kali aja kita maen. Ok!
Ok, sem. Jaga diri baik2. Jatuh bangun sendiri yea.
See you.
***

dilain waktu dan tempat yg berbeda. Ketika saya lagi maen catur lagi via warnet. Ada pesan dari yahoo messenger saya
hoy! Lagi maen catur lagi
iya med
wah, parah!
Mo banyak temen tak?
Mau!
Nih link nya kau daftar ya http://facebook.com
sudah med.
Owh, iya kah? Namanya siapa?
Samani Gilbert
bentar saya cek..

Setelah sekian lama..

Kau pasang foto cewek sem?
Iya. Supaya banyak temen maksudnye
jangan sembarangan, kau bisa dituntut.
Ah, masa sih med?!
Kau belum punya teman samasekali?
Mana ku tahu. Saya juga tidak mengerti dgn facebook ini. Lihat tuh layar halamanya. Mau diapain sih ini? (hehehe.. Memang waktu itu facebook belum terkenal. Dan saya pun baru kenal dgn warnet. )
baiklah, aku kirim pertemanan. Kau konfirm nanti ea.

Anda mempunyai satu permintaan pertemanan. Toreng!! "juragan embe meminta anda menjadi teman.
Toreng!! Juragan embe menyarankan anda berteman dgn diky abdul jabar jamal.

Dari dua teman itu. Mesin facebook memperlihatkan begitu banyak orang2 yg telah menjadi temanku tadi.

Saya lihat di profil mereka2 itu, ada yg dosen, kuasa hukum, rektor, mahasiswa, walah! Kok! Ini sih bukan golongan saya.
Tapi.. dibawah layar ada photo cewek cantik, nah ini dia. Saya lihat profilnya, asik.. Dia masih lajang.

Sabtu, 03 Juli 2010

antara adat isti adat, hukum agama, hukum penguasa, dan kalian

Saya pernah dengar cerita dari teman saya yg baru pulang dari united arab emirates.
Bahwa disana, seorang wanita hanya dibolehkan menikah sekali saja seumur hidupnya (mirip sekali dgn kata2 sakh rukh khan dalam film kuch kuch hota hai. Hidup sekali, menikah sekali, mati sekali)
lalu katanya lagi, si pengantin wanita akan diboyong ke rumah pengantin pria dan akan menjadi hak milik mutlak pria tsb.
Jika terjadi perceraian diantara mereka, Maka si wanita akan menjadi "sampah". Sebab keluarga si wanita tidak menerima kepulanganya.

Akhirnya banyak disana para wanita yg menjadi pengemis, luntang lantung, gelandangan.

Oleh sebab itu tidak heran jika banyak para pria disana menikahi lebih dari satu wanita.
Toh dari pada dicerai kemudian luntang lantung menjadi gelandangan, lebih baik dimadu saja, sudah tentu dapat giliran. Hehehe..

Beruntung kita hidup disini. Tak ada rotan, akar pun jadi.
Tak ada perawan, janda pun jadi.
Bersatu kita teguh. bercerai kita kawin lagi.

bahkan disini, si wanita tidak mau kalah dgn pria. Ia nya bisa pula POLIANDRI.
Pamit beli terasi, ampe sekarang tidak kembali, tak taunya ia telah menikah lagi. Contohnya si Sri..

Sabtu, 01 Mei 2010

Sosialisme Ilmiah Menurut Marx

saya copy paste tulisan ini dari http://filsafat.kompasiana.com/2010/05/01/sosialisme-ilmiah-menurut-marx/ di posting oleh pak Amstrong Sembiring untuk bacaan saya nanti di rumah.
hehehe, mohon ijin izizn postinganya saya kopas pk...

Karl Marx pelopor utama gagasan “sosialisme ilmiah” dilahirkan tahun 1818 di kota Trier, Jerman, Ayahnya ahli hukum dan diumur tujuh belas tahun Karl masuk Universitas Bonn juga belajar hukum. Belakangan dia pindah ke Universitas Berlin dan kemudian dapat gelar Doktor dalam ilmu Filsafat dari Universitas Jena.
Marx menolak pendasaran sosialisme pada pertimbangan_pertimbangan moral. Sosialisme tidak akan datang karena dinilai baik atau karena kapitalisme dinilai jahat, melainkan karena syarat-syarat obyektif penghapusan hak milik pribadi atau alat-alat produksi terpenuhi.
Dan kapitalisme itu sendiri adalah sistem dimana alat-alat produksi dikuasai oleh minoritas, kaum buruh dieksploitir, dan proses akumulasi kapital didorong oleh persaingan antara perusahaan-perusahaan.
Ada juga kapitalisme negara (seperti halnya di negara Uni Soviet) dimana negara sendiri kapitalisme negara bertindak seperti perusahaan besar, dan persaingan bisa mengambil bentuk non-pasar seperti persaingan militer (seperti dalam Perang Dingin).
Sosialisme adalah sebuah masyarakat dimana kaum pekerja sendiri yang menguasai alat-alat produksi dan merencanakan ekonomi secara demokratik dan semua ini secara internasional.
Bilamana menilik di dalam sejarahnya, sosialisme muncul ketika feodalisme tersingkir, dan masyarakat merdeka kapitalis muncul di dunia, maka muncullah suatu sistem untuk penindasan dan eksploitasi terhadap golongan pekerja.
Disinilah berbagai doktrin sosialis muncul sebagai refleksi dari protes terhadap penindasan ini. Dan sosialisme pada awalnya, bagaimanapun merupakan sosialisme utopis. Ia mengkritik masyarakat kapitalis, mengutuknya, memimpikan keruntuhan kapitalisme. Ia mempunyai gagasan akan adanya pemerintahan yang lebih baik. Ia berusaha membuktikan kepada orang-orang bahwa eksploitasi itu tak bermoral. (red, akan tetapi disini perspektif sosialisme Marx menolak pada pertimbangan-pertimbangan moral).
Namun sosialisme utopis tidak memberikan solusi nyata. Ia tak dapat menjelaskan sifat sebenarnya dari perbudakan di bawah sisitem kapitalisme. Ia tak mampu mengungkapkan hukum-hukum perkembangan kapitalis atau memperlihatkan kekuatan sosial apa yang mampu membentuk suatu masyarakat yang baru.
Berbagai revolusi terjadi di eropa, khusunya di Perancis, mengingiringi kejatuhan feodalisme, penghambahan, yang semakin lama semakin jelas mengungkapkan perjuangan kelas-kelas sebagai basis dan kekuatan pendorong dari semua perkembangan.
Setiap kemenangan politis atas feodalisme merupakan hasil dari perlawanan serentak dan tiba-tiba. Setipa negeri kapitalis berkembang di atas basis yang kurang lebih demokratis, diakibatkan adanya perjuangan hidup-mati di antara kelas-kelas yang ada dalam masyarakat kapitalistik. Inilah kemudian oleh Marx dibuat menjadi doktrin dari Perjuangan Kelas.
Dan filosofi materialisme yang dipaparkan Marx menunjukkan jalan bagi proletariat untuk bebas dari perbudakan spiritual yang membelenggu setiap kelas yang tertindas hingga kini.
Apa yang dipaparkan Marx bahwasanya materialisme adalah teori yang timbul secara wajar didalam sebuah kelas buruh yang harus memperjuangkan pembebasan. Tetapi jelas kita tidak boleh mengidentifikasikan materialisme historis hanya dengan materialisme saja.
Materialisme sudah muncul 2000 tahun sebelum lahirnya Marx, dan di abad ke-18 materialisme malah menjadi pendirian kelas borjuis. Apa yang membedakan materialisme Marxis dari materialisme borjuis? Menurut Marx (dalam Tesis Tentang Feuerbach) Kekurangan utama dari semua materialisme yang ada sampai sekarang — termasuk materialisme Feuerbach — ialah bahwa hal ihwal, kenyataan, kepancainderaan, digambarkan hanya dalam bentuk benda atau renungan, tetapi tidak sebagai aktivitas pancaindra manusia, praktek, tidak secara subyektif.
Artinya, materialisme borjuis melihat manusia sebagai makhluk pasif, sebagai hasil atau efek dari kondisi materiil ” sebagai obyek. Ini memang mencerminkan keadaan sehari-hari manusia dalam masyarakat kapitalis: si buruh yang dikuasai oleh mesin di pabrik, kerja sebagai “faktor produksi” yang tidak dibedakan dari faktor lain seperti tanah atau mesin, dsb.
Namun materialisme mekanis ini tidak mampu menjadi 100% konsisten; orang tidak bisa hidup menurut filsafat yang 100% fatalistis. Maka materialisme itu selalu menyembunyikan pasal kekecualian yang memperbolehkan idealisme masuk melalui pintu belakang, sebagai “pengetahuan”, “ilmu” atau terkadang “kehendak” para elit.
Ajaran materialis bahwa manusia itu adalah hasil dari keadaan dan didikan, dan bahwa, oleh karenanya, manusia yang berubah adalah hasil keadaan-keadaan lain, dan didikan yang berubah, melupakan bahwa manusialah yang mengubah keadaan dan bahwa pendidik itu sendiri memerlukan pendidikan.
Karena itu, ajaran ini menurut keharusan sampai membagi masyarakat menjadi dua bagian, yang satu diantaranya lebih unggul daripada masyarakat. Marx mengatasi kontradiksi ini melalui konsep praktek. “Terjadinya secara bersamaan perubahan keadaan dengan perubahan aktivitas manusia bisa dibayangkan dan dimengerti secara rasional hanya sebagai praktek yang merevolusionerkan.”
Model untuk konsep ini adalah kerja manusia; kerja yang mengubah lingkungan alam dan juga menciptakan manusia sendiri. Menurut Marx, pengertian Hegel atas aspek ini merupakan keberhasilannya yang utama. Namun Hegel hanya mengerti kerja tersebut sebagai “kerja mental yang abstrak”.
Marx dapat berpikir lebih lanjut, sampai berhasil menjungkirbalikkan gagasan Hegel ini; dia berhasil mengidentifikasi kerja manusia yang konkrit dan praktis sebagai dasar perkembangan sejarah. Ini dimungkinkan, karena Marx sempat menyaksikan kerjaan dan perjuangan kelas buruh ” suatu golongan sosial yang mampu untuk mentransformasikan dan menguasai sistem sosial.
Konsep tentang peranan kerja, produksi dan kelas buruh ini yang menjadi titik tolak teori historis Marxisme. Mulai dari titik tolak itu Marx mengembangkan konsep-konsep seperti “kekuatan produksi”, “hubungan produksi” dan “mode produksi” yang bermuara dalam teori revolusi sosial.
Di dalam masyarakat, manusia memasuki hubungan-hubungan produksi yang mencerminkan tahap-tahap tertentu dalam perkambangan kekuataan produksi. Hubungan-hubugan tersebut merupakan struktur ekonomi masyarakat, dan di atas dasar itu timbul sebuah superstruktur legal dan politik, dan kesadaran sosial tertentu. “Pada tahap-tahap tertentu, kekuataan produksi materiil masyarakat bentrok dengan hubungan produksi yang ada.
Hubungan itu berubah dari bentuk perkembangan kekuataan produksi menjadi belenggu-belenggu untuk perkembangannya. Kemudian mulailah era revolusi sosial.” Di sini kita harus menerangkan satu masalah. Materialisme historis sering mengalami distorsi mekanis, dimana dialektika antara kekuatan dengan hubungan produksi ditafsirkan sebagai antagonisme antara alat-alat teknis dan sistem kepemilikan swasta. Kedua unsur itu dimengerti seperti sesuatu yang independen dari manusia ” sebuah determinisme teknologis. Maka kedua konsep Marxis tadi direduksi artiannya.
Namun buat Marx sendiri kekuataan produksi bukan hanya alat-alat seperti palu atau mesin,melainkan semua kapasitas produktif kelas buruh: “¦kekuatan produktif yang terbesar ialah kelas revolusioner sendiri.” Di lain pihak, kepemilikan swasta hanya merupakan “ucapan legal dari hubungan produksi”. Maka kontradiksi antara kekuataan dengan hubungan produksi bukan sesuatu yang terpisah dariperjuangan kelas, melainkan perjuangan tersebut muncul dari, dan berlangsung atas dasar kekuataan dan hubungan tersebut.
Dengan menelusuri perkembangan materialisme secara teoretis kita telah membuktikan bahwa materialisme historis tidak lain adalah sejarah yang dilihat dari sudut pandang proletariat. Analisis asul-usul historis menuju ke kesimpulan yang sama.
Pernyataan pertama tentang materialisme historis terdapat dalam buku Ideologi Jerman yang terbit pada tahun 1845. Sebelum itu terbit dua buku lain yang penting, yakni naskah-naskah Ekonomi dan Filosofis dan Pengantar Kritik Terhadap Filsafat Hukum Hegel yang terbit pada tahun 1844. Naskah-Naskah tidak mulai dengan rumusan tentang “filsafat” atau “alienasi” melainkan dengan perjuangan kelas.
Kalimat pertama menyatakan bahwa “Tingkat upah ditentukan oleh perjuangan pahit antara sikap kapitalis dan si buruh.” Analisis ekonomi yang dimuat dalam buku tersebut masih kurang matang; tetapi analisis itu secara terang-terangan dijelaskan dari sudut pandang kaum buruh yang menjadi “barang dagangan” dalam masyarakat kapitalis.
Kesengsaraan kaum buruh semakin meningkat dengan naiknya produktivitas kerja, sedangkan masyarakat semakin terbagi dua — antara kelas pemilik modal dan kelas buruh yang tidak memiliki apa-apa.
Untuk menjelaskan keadaan itu Marx menganalisis kerja kaum buruh. Kaum buruh menghasilkan kekayaan buat kaum pemilik modal sekaligus memproduksi kesengsaraan diri sendiri karena kerja mereka teralienasi (terasing).
Maka Marx melihat peranan kerja yang mendua: kerja produktif sebagai cara untuk menciptakan masyarakat, dan kerja teralienasi sebagai cara kaum buruh menciptakan sistem serta kelas dominan yang menindas dan menghisap mereka sendiri. Dalam kontradiksi ini Marx juga melihat harapan akan masa depan: dengan menghapuskan kerja teralienasi itu, pembebasan manusia dapat tercapai.
Jadi dalam Naskah-Naskah tahun 1884 Marx sudah mengantisipasi titik tolak dan juga kesimpulan-kesimpulan pokok materialisme historis. Namun jika kita mundur satu langkah dan menyimak Pengantar ke Kritik Terhadap Filsafat Hukum Hegel (awal 1844) kita sudah mendapati apa yang akan timbul lagi kelak sebagai hasil materialisme historis, yaitu peranan revolusioner proletariat. “Tatkala proletariat menyatakan pembubaran tatanan masyarakat yang ada, mereka hanya membuka rahasia eksistensi mereka sendiri, karena proletariat ialah pembubaran tatanan tersebut.”
Seperti sudah dicatat di atas, pengakuan Marx atas peranan itu justru berasal dari pengamalannya diantara kalangan buruh revolusioner di Paris. Maka baik secara teoretis maupun historis, rumusan-rumusan Marx tentang sejarah dan masyarakat bisa dilacak kembali ke asal materiilnya, yaitu perjuangan proletarian.
Analisis Marxis tentang kapitalisme (yang biasanya disebut “ekonomi Marxis” walau sebenarnya merupakan “kritik terhadap ekonomi politik”) dimaksudkan untuk menyediakan dasar ilmiah yang kuat untuk gerakan buruh dengan menjelaskan hukum pergerakan mode produksi kapitalis.
Sudah jelas, bahwa semua analisis ini dijalankan dari sudut pandang kelas buruh revolusioner, dengan t esis pokok sebagai berikut: analisis eksploitasi, bukti bahwa seluruh tatanan sosial berdasarkan eksploitasi itu, serta ramalan bahwa sistem kapitalisme harus ambruk persisnya karena dasar eksploitatifnya tersebut.
Meskipun begitu, aspek Marxisme ini begitu sering diajukan sebagai sesuatu yang “obyektif” sehingga beberapa catatan diperlukan tentang asal-usal dan logika kritik Marx terhadap ekonomi politik itu. Kritik Marx tentu saja merupakan penerapan materialisme historis pada mode produksi kapitalis, dan seperti materialisme historis sendiri, kritik tersebut berakar dalam analisis kerja ” lebih tepatnya kerja teralienasi.
Nota bene, ini bukan teori tentang perasaan subyektif kaum buruh terhadap kerja, atau tentang kesadaran umat manusia pada umumnya ¸ melainkan sebuah teori yang persisnya membahas kerja yang teralienasi ” dengan kata lain, kerja yang harus dijual pada orang lain. (Kata “alienate” juga berarti menjual sesuatu pada orang lain yang “asing”.)
Kerja teralienasi ialah kerja yang diupah (wage labour) ” dia bukan hanya kondisi dalam otak orang tetapi juga merupakan fakta ekonomi yang konkrit. Namun fakta ini hanya dapat dilihat atau dirasakan dari sudut pandang kelas buruh. Marx adalah seorang “filsuf” dan” ekonom” yang pertama dalam sejarah yang meneliti proses kerja dari sudut. pandang kaum buruh.
Betapa pentingnya teori alienasi bagi analisis Marxis terhadap kapitalisme dapat dilihat dari dua aksioma Marx. Yang pertama, bahwa: “walau kepemilikan swasta tampaknya dasar dan sebab dari kerja terasing, sebenarnya ialah akibatnya”. Yang kedua: kapitalisme mempunyai sifat dasar, bahwa tenaga kerja menjadi barang dagangan.
Sepanjang jalan ini, kritik generis yang dikembangkan Marx semasa masih muda tentang kapitalisme secara umum, telah ditransformasikan dengan upaya yang telaten sehingga menjadi alat analistis tajam yang sangat efektif untuk menelusuri semua seluk-beluk perekonomian kapitalis.
Namun konsep awal tentang kerja teralienasi itu tidak dilupakan apalagi dipungkiri, melainkan tetap menjadi jantung dari analisis Marx. Dalam Das Kapital Marx berkali-kali mengungkit masalah
Secara Umum Pengertian Sosialisme
Dalam kehidupan sehari-hari sosialisme digunakan dalam banyak arti. Istilah sosialisme selain digunakan untuk menunjukkan system ekonomi, juga digunakan untuk menunjukkan aliran filsafat ideologi, cita-cita, ajaran-ajaran atau gerakan. Sosialisme sebagai gerakan ekonomi muncul sebagai perlawanan terhadap ketidak adilan yang timbul dari sistem kapitalisme.
John Stuart Mill (1806-1873), menyebutkan sebutan sosialisme menunjukkan kegiatan untuk menolong orang-orang yang tidak beruntung dan tertindas dengan sedikit tergantung dari bantuan pemerintah.
Sosialisme juga diartikan sebagai bentuk perekonomian di mana pemerintah paling kurang bertindak sebagai pihak dipercayai oleh seluruh warga masyarakat, dan menasionalisasikan industri-industri besar lain yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Dalam bentuk yang paling lengkap sosialisme Negara, dan menghilangkan milik swasta (Blinton : 1981).
Dalam masyarakat sosialis hal yang menonjol adalah kolektivisme atau rasa kebersamaan. Untuk mewujudkan rasa kebersamaan ini, alokasi produksi dan cara pendistribusian semua sumber-sumber ekonomi diatur oleh negara.
Secara Umum Pengertian Kapitalisme
Faham Kapitalisme berasal dari Inggris abab 18, kemudian menyebar ke Eropa Barat dan Amerika Utara. Sebagai akibat dari perlawanan terhadap ajaran Gereja, tumbuh aliran pemikiran Liberalisme di negara-negara Eropa Barat. Aliran ini kemudian merambah kesegala bidang termasuk bidang ekonomi.
Dasar filosofis pemikiran ekonomi Kapitalis bersumber dari tulisan Adam Smith dalam bukunya An Inquri into the Nature and Cause of the wealth of Nation yang ditulis pada tahun 1776. Isi buku tersebut sarat dengan pemikiran-pemikiran tingkah laku ekonomi masyarakat. Dari dasar filosofi tersebut kemudian menjadi sistem ekonomi, dan pada kahirnya kemudian mengakar menjadi ideologi yang mencerminkan suatu gaya hidup (way of life).
Mith berpendapat manusia melakukan kegiatan ekonomi adalah dasar dorongan kepentingan pribadi, yang bertindak sebagai tenaga pendorong yang membimbing manusia mengerjakan apa saja asal masyarakat sedia membayar “Bukan berkat kemurahan tukang daging, tukang pembuat Bir atau tukang pembuat Roti kita dapat makan siang”. Kata Smith “akan tetapi karena memperhatikan kepentingan pribadi mereka. Kita berbicara bukan kepada rasa kemanusian mereka, melainkan kepada cinta mereka kepada diri mereka sendiri, dan janganlah sekali-sekali berbicara tentang keperluan-keperluan kita, melainkan tentang keuntungan-keuntungan mereka”. (Robert L Heibroner, 1986. UI Press).
Motif kepentingan individu didorong oleh filsafat liberlisme kemudian melainkan system ekonomi pasar bebas, pada akhirnya melahirkan ekonomi kapitalis.
Milton H. Spencer (1977), menulis dalam bukunya Contemporary Ecomics: “Kapitalisme merupakan sebuah system oraganisasi ekonomi yang dicirikan oleh hak milik privat (individu) atas alat-alat produksi dan distribusi (tanah, pabrik-pabrik, jalan kereta api, dan sebagainya) dan pemanfatannya untuk mencapai laba dalam kondisi-kondisi yang sangat kompetitif.”
Para individu memperoleh peransang agar aktiva mereka diamnfaatkan seproduktif mungkin. Hal tersebut sangat mempengaruhi distribusi kekayaan serta pendapatan karena individu-individu diperkenankan untuk menghimpun aktiva dan memberikannya kepada para ahli waris secara mutlak apabila mereka meninggal.
Ia memungkinkan laju pertukaran yang tinggi oleh karena orang memiliki hak pemilikan atas barang-barang sebelum hak tersebut dapat dialihkan kepada pihak lain.
Dengan demikian kapitalisme sangat erat hubungannya dengan pengejaran kepentingan individu. Bagi Smith bila setiap individu diperbolehkan mengejar kepentingannya sendiri tanpa adanya campur tangan pihak pemerintah, maka ia seakanj-akan dibimbing oleh tangan yang tak nampak (the imvisible hand) untuk mencapai yang terbaik pada masyarakat.
Kebebasan ekonomi tersebut juga diilhami oleh pendapat Legendre yang ditanya oleh Menteri Keuangan Perancis pada masa pemerintahan Louis XII/ pada akhir abab 17, yakni Jean bapiste Colbert. Bagaimana kiranya pemerintah dapat membantu dunia usaha, Legendre menjawab : “Laisse nouis faire” (jangan menggangu kita, (leave us alone), kata ini dikenal kemudian sebagai laissez faire. Dewasa ini prinsip laissez faire diartikan sebagai tiadanya intervensi ekonomi dan kebebasan ekonomi.
Dengan kata lain dalam system kapitali berlaku, ” Free Fight Liberalism” (system persaingan bebas). Siapa yang memilijki dan mampu menggunakan kekuatan modal (capital) secara efektif dan efesien akan dapat memenangkan pertarungan bisnis. Faham yang menggunakan kekuatan modal sebagai syarat memenangkan pertarungan ekonomi disebut Kapitalisme.
b. Komunisme Menurut Marx :
Bahwasanya menurut Marx ciri_ciri inti dari masyarakat komunis tersebut adalah :
- Penghapusan hak milik pribadi atas alat-alat produksi
- Penghapusan adanya kelas-kelas social
- Penghapusan pembagian kerja

Menurut Marx komunisme menitik beratkan ada empat

Pertama, Sekelumit kecil orang kaya hidup dalam kemewahan yang berlimpah, sedangkan kaum pekerja yang teramat banyak jumlahnya hidup bergelimang papa sengsara. Kedua, cara untuk merombak ketidakadilan ini dengan jalan melaksanakan sisitem sosialis yaitu system dimana alat produksi dikuasai Negara dan bukannya oleh pribadi swasta. Ketiga, pada umumnya salah satunya jalan paling praktis untuk melaksanakan sistem sosialis ini adalah lewat revolusi kekerasan.Keempat, untuk menjaga kelanggengan sisitem sosialis harus diatur oleh kediktatoran partai Komunis dalam jangka waktu yang memadai.
Tiga dari ide pertama sudah dicetuskan dengan jelas sebelum Marx, sedangkan ide keempat berasal dari gagasan Marx mengenai “diktatur proletariat”. Sementara itu, masa kediktatoran Soviet sekarang lebih merupakan hasil dari langkah-langkah Lenin dan Stalin dari pada gagasan Marx.
Hal ini tampaknya menimbulkan anggapan bahwa pengaruh Marx dalam komunisme lebih kecil dari kenyataan sebenarnya, dan penghargaan orang terhadap tulisan-tulisannya lebih menyerupai sekedar etalasi untuk membenarkan sifat “keilmihan” daripada ide dan politik yang sudah terlaksana dan diterima.
Sementara boleh jadi ada benarnya juga anggapan itu, namun tampaknya kelewat berlebihan. Lenin misalnya, tidak sekedar menggap dirinya mengikuti ajaran-ajaran Marx, tapi dia betul-betul membacanya, menghayatinya, dan menerimanya. Dia yakin betul yang dilimpahkannya persis diatas rel yang dibentangkan Marx. Begitu juga terjadi pada diri Mao Tse Tung dan pemuka-pemuka Komunis lain. Memang benar, ide-ide Marx mungkin sudah disalah artikan dan ditafsirkan lain.
Mungkin bisa diperdebatkan bahwa Lenin, politikus praktis yang sesungguhnya mendirikan Negara Komunis, memegang saham besar dalam hal membangun Komunisme sebagai suatu ideologi yang begitu besar pengaruhnya di dunia.
Pendapat ini masuk akal Lenin benar-benar seorang tokoh penting. Tapi tulisan-tulisan Marx begitu hebat pengaruhnya terhadap jalan pikiran bukan saja Lenin tapi juga pemuka-pemuka Komunis lain.
Akhirnya sering dituding orang bahwa teori Marxis di bidang ekonomi sangatlah buruk dan banyak keliru. Terlepas benar atau tidak, kita perlu meng-amininya tentu saja, tak bisa juga dipungkiri banyak hipotesa “proyeksi kedepan” tertentu Marx terbukti atau tidaknya, misalkan saja, bahwasanya Marx meramalkan bahwa dalam negeri-negeri kapitalis kaum buruh akan semakin melarat dalam perjalanan sang waktu. Marx juga memperhitungkan bahwa kaum menengah akan disapu dan sebagian besar orang-orangnya akan masuk kedalam golongan proletariat dan hanya sedikit yang bisa bangkit dan masuk kedalam kelas kapitalis.
Tapi terlepas apakah teori ekonominya benar atau salah, semua itu tidak ada sangkut pautnya dengan pengaruh Marx. Bahwasanya arti penting seorang filosof terletak bukan pada kebenaran pendapatnya tapi terletak pada masalah apakah buah pikirannya telah menggerakkan orang bertindak atau tidak. Diukur dari sudut ini, tak perlu diragukan lagi Karl Marx punya arti penting yang luar biasa hebatnya.
Secara Umum Pengertian Komunisme
Komunisme muncul sebagai aliran ekonomi, ibarat anak haram yang tidak disukai oleh kaum kapitalis. Aliran ekstrim yang muncul dengan tujuan yang sama dengan sosialisme, sering lebih bersifat gerakan ideologis dan mencoba hendak mendobrak sistem kapitalisme dan system lainnya yang telah mapan.
Kampiun Komunis adalah Karl Marx. Sosok amat membenci Kapitalisme ini merupakan korban saksi sejarah, betapa ia melihat para anak-abak dan wanita-wanita termasuk keluarganya yang dieksploitir para kapitalis sehingga sebagian besar dari mereka terserang penyakit TBC dan tewas, karena beratnya penderitaan yang mereka alami. Sementara hasil jerih payah mereka dinikmati oleh para pemilik sumber daya (modal) yang disebutnya kaum Borjuis.
Kata Komunisme secara historis sering digunakan untuk menggambarkan sistem-sistem sosial di mana barang-barang dimiliki secara bersama-sama dan distribusikan untuk kepentingan bersama sesuai dengan kebutuhan masing-masing anggota masyarakat. Produksi dan konsumsi berdasarkan motto mereka : from each according to his abilities to each according to his needs. (dari setiap orang sesuai dengan kemampuan, untuk setiap orang sesuai dengan kebutuhan).
Walaupun tujuan sosialisme dan komunisme sama, dalam mencapai tujuan tersebut sangat berbeda. Komunisme adalah bentuk paling ektrim dari sosialisme.Bentuk sistem perekonomian didasarkan atas system, dimana segala sesuatu serba dikomando.
Begitu juga karena dalam sistem komunisme Negara merupakan pengusa mutlak, perekonomian komunis sering juga disebut sebagai “sistem ekonomi totaliter”, menunjuk pada suatu kondisi social dimana pemerintah main paksa dalam menjalankan kebijakan-kebijakannya, meskipun dipercayakan pada asosiasi-asosiasi dalam system social kemasyarakatan yang ada. Sistem ekonomi totaliter dalam praktiknya berubah menjadi otoriter, dimana sumber-sumber ekonomi dikuasai oleh segelintir elite yang disebut sebagai polit biro yang terdiri dari elite-elite partai komunis.

(Berapa tahun lalu artikel tersebut sudah pernah dipresentasikan oleh penulis di Fakultas Hukum Program Pascasarjana Magister Hukum Universitas Indonesia (UI) Dan hal tersebut merupakan sebuah makalah dalam mata kuliah Filsafat Hukum)