Selasa, 09 Agustus 2011

tentang black widow satwa unik pembunuh pasangan kawinya setelah b ercinta!

Ya, jadi begini, sebelumnya silahkan cari informasi tentang black widow itu dulu. Konon, si betina lebih besar postur tubuhnya dari si jantan. Sehingga saking gemesnya, setelah bercinta, si jantan itu dibunuh kemudian dilahap tak bersisa. Sadis!

black: hitam
widow: janda

ihik, ada gak ya janda yg begitu sikapnnya? Setelah bercinta kemudian dicampakkan begitu saja. Patah hati dong tuh si cowok. ehehehe..

Merana
kini aku merana
si janda pergi entah kemana

btw, saya punya tetangga. statusnya janda. Ia konon telah menikah dgn lebih dari sepuluh pria selama hidupnya. Sekarang beliau dah berumur kira kira 55 tahun. Bisik bisik tetangga ia nya punya rajah/toh/tatto di "anu" nya. Saya menduga beliau lah black widow sejati!

Sejarah tentang tatto disekitar "anu" itu saya pernah dengar dari bisik bisik teman yg tak lulus SD. ia bilang bahwa Ken Dedes istri Ken Arok itu punya toh. dikenal dgn nama toh brahma. Namun buku sejarah berkata lain. Nasib suami dan keturunan Ken Dedes itu saling membunuh karena kutukan dari si mpu keris; mpu Gandring.

Sedangkan Samani Hudson mengarang lain. Ken Dedes punya tatto. Ceritanya sebelum Ken Arok menyunting menjadi istrinya, Ken Arok sedang duduk di warung kopi dgn saya, kemudian melihat Ken Dedes yg sedang turun dari kereta Kuda kerajaan. Nah, rok yg dipake Ken Dedes itu tersingkap hingga "anu" nya keliatan. Ken Arok bilang padaku bahwa "anu" nya Ken Dedes itu menyala!

Black Widow.

ha ha
saya cerita black widow kok jadi ingat ama si Kibul ya, untung si Kibul baru mengendus nya saja. Andaikan si Kibul ber-kikuk kikuk ria. Akan lain ceritanya.

"KREKK!" si Kibul is dead!

gambar diambil dari calpoison.org

Senin, 08 Agustus 2011

tuan samurai terkapar bersimbah darah!

"pergilah, anak muda..! temui istrimu..!"

kalimat itu terucap dari seorang samurai tua buta kepada calon lawanya.

Ya, seorang samurai tua nan buta sekarang sedang berhadapan dgn tuan samurai muda di pinggir pantai. Malam ini mereka akan berduel.

Tuan samurai muda terpaksa menjadi samurai bayaran dadakan. Dia butuh duit untuk mengobati istrinya yg terserang TBC.

Ia berjanji bahwa setelah sembuh akan tobat. Tak mau jadi samurai bayaran lagi. Ia berjanji pada istrinya akan menjalani hidup normal. Bukan sebagai pembunuh. Namun himpitan ekonomi memaksa nya menjadi samurai bayaran.

Sebelum ia pergi menjalankan tugas menebas leher orang, ia berkata kepada istrinya bahwa aku akan pulang sebelum jam tiga dini hari.

"pergilah, anak muda..! temui istrimu..!"

kedua tuan samurai beda usia itu kini hanya berjarak sepuluh meter. Duel segera terjadi. Masing masing telah siap mencabut samurai.

"hiaaatttt..."

"aaarrrggghhhh"

dua tiga jurus saja sudah diketahui hasilnya. Sang tuan samurai muda terkapar. Mata nya menerawang memberi pesan, "maafkan aku, istriku.."

sementara itu, sang istri menunggu dgn setia kedatangan suaminya tercinta. Ia duduk membisu. Sesekali terbatuk batuk. Perlahan tanganya mencabut sesuatu dari balik kimononya. Diarahkanya tepat di jantung.

"JLEPPP"

wanita cantik istri tuan samurai itu terkapar bersimbah darah. Harakiri.

Dari film jepang yg sering diputar di tv swasta. saya gak tau judulnya.
______________

darisini saya kurang mengerti. Kenapa mereka gampang sekali harakiri. Atau barangkali, kehidupan tak bisa didapat lagi setelah yg didamba musnah. Mungkin mereka tidak mau hidup sedangkan jiwa telah mati.
Maka lebih baik mati daripada tak berjiwa samasekali.

Seperti yg saya sering tulis dari kutipan tulisanya Anis Matta di majalah tarbawi edisi khusus: jika tak ada cinta maka tak ada asa. Hidup tak lebih baik dari mati. Karena cinta lah alasan kita bertahan hidup.

Jika tak bisa bersua di alam nyata, Maka kematianlah yg mempertemukan jiwa mereka. itulah sang pecinta sejati.

Gambar disedot dari mythdunia.blogspot.com

Sabtu, 06 Agustus 2011

Kamis, 04 Agustus 2011

si Kibul maen ke rumah janda kembang ampe tengah malem

Saya tidak tau lagi apa yg dilakukan si kibul bersama janda kembang itu didalam. Sebab barusan mereka tertawa cekikikan bersama. Sekarang hening. Hiiiiyyy.. Saya jadi merinding dibuatnya.

Apakah mereka sedang bisik bisikan. Atau sengaja menjauh karena telah tercium aroma si tukang ngintip.

Saya putus asa. Saya pergi saja lah. Barangkali mereka sedang kikuk kikuk didalam. Tapi tiba tiba, terdengar jeritan, dobrakan pintu, dan si Kibul lari terbirit birit keluar rumah sambil kedua tanganya memegang wajah sambil berteriak Aaaaaaaaarrrrggghhh......!
_________________

Pemirsa.
ep e pe, em i mi, es a sa. Pemirsa.
Kalian tau? Kenapa si kibul berlari dari rumah janda kembang itu sambil mengucek ucek matanya dgn kedua tanganya?

Mau tau jawabanya?

Mau kau?

KALIAN MAU TAU??!

Kita saksikan setelah komentar komentar berikut ini..

Sabtu, 23 Juli 2011

Jumat, 22 Juli 2011

cerita tua

tulisan dibawah ini bagus. saya kopas darisini
saya ingin membandingkanya dgn cerita
sebelum tidur yg sering ayah dongengkan ke saya.


ini tulisanya:

aku sudah tua, bukan lagi aku
yang dulu.
Mengertilah, bersabarlah sedikit
terhadap aku……
Ketika aku menumpahkan kuah
sayur di bajuku, ketika aku lupa bagaimana
mengikat tali sepatu,
ingatlah bagaimana dahulu aku
dengan sabar mengajarimu hal
itu.

Ketika aku berulang-ulang
bercerita tentang sesuatu yang
telah
bosan kau dengar, bersabarlah
mendengarkan, jangan memutus
pembicaraanku. Ketika kau kecil, aku selalu harus
mengulang cerita yang telah
beribu-ribu kali kuceritakan agar
kau terbuai dan tertidur.

Ketika aku memerlukanmu untuk
memandikanku, jangan marah
padaku.
Ingatkah sewaktu kecil aku
harus memakai segala cara
untuk membujukmu mandi? Ketika aku tidak kuasa menahan
air kencingku sehingga celanaku
menjadi basah karena cukup jauh
aku menuju ke kamar mandi,
jangan hardik aku..
Ingatlah ketika aku selalu mencucikan selimut dan
menjemur tempat tidurmu yang
sering engkau basahi dengan
ompolanmu..

Ketika aku tak paham sedikitpun
tentang teknologi dan hal-hal
baru,
jangan mengejekku.
Pikirkan bagaimana dahulu aku
begitu sabar menjawab setiap "mengapa"
darimu.

Ketika aku tak dapat berjalan,
ulurkan tanganmu yang masih
kuat untuk
memapahku.
Seperti aku memapahmu saat
kau belajar berjalan waktu masih kecil.

Ketika aku seketika melupakan
pembicaraan kita, berilah aku
waktu untuk mengingat.

Sebenarnya bagiku, apa yang
dibicarakan tidaklah penting,
asalkan kau
di samping mendengarkan, aku
sudah sangat puas. Ketika kau memandang aku yang
mulai menua, janganlah berduka.
Mengertilah aku, dukung aku,
seperti aku menghadapimu
ketika kamu
mulai belajar menjalani kehidupan. Waktu itu aku memberi petunjuk
bagaimana menjalani kehidupan
ini,
sekarang temani aku
menjalankan sisa hidupku. Beri aku cintamu dan kesabaran,
aku akan memberikan senyum
penuh
rasa syukur, dalam senyum ini
terdapat cintaku yang tak
terhingga untukmu.


BUCA AJA