Rabu, 28 September 2011

tulisan dan angka angka

Penemuan manusia yg tidak mengalami kebangkrutan itu adalah tulisan dan angka angka.

Berpuluh puluh tahun yg lalu muncul piringan yg terbuat dari ebonit yg bisa menterjemahkan gesekan jarum menjadi nada nada. Kemudian diganti dgn gulungan pita kaset. Berganti lagi menjadi laser disc.

Laser disc tidak laku. Diganti dgn yg lebih simple; vcd.
Masa berganti ke tekhnologi dvd, flash disc, dan entah apa lagi.
Tapi tulisan, tetap menjadi nomor satu.

Koran berisi tulisan, komputer berisi kode kode tulisan, handphone juga.

Pernah saya dengar bahwa komunikasi jarak jauh itu pertama kali adalah dgn sinyal radio. Sinyal itu hanya bisa mengirim bunyi panjang dan pendek. Maka terciptalah sandi morse.
Bunyi pendek dibaca titik. Bunyi panjang dibaca strip.

Nah, digambarkan pada satu kapal penumpang pada satu film dokumenter, si tukang pengirim pesan sedang mengirim pesan jarak jauh kepada kapal lainya dgn sebuah mesin. Dia tampak mengeja tulisan dgn tangan kanan, dan mengetikan tuts kode bunyi itu dgn tangan kiri. Tut. Tuuutt.. Berarti titik strip. Dibaca oleh si penerima bahwa itu adalah sandi morse yg berarti huruf anu. Terus saja pesan itu terkirim hingga membentuk sebuah kalimat.

Kini. Mesin itu berubah menjadi radio, televisi, telephone, handytalky, internet, yg langsung bisa menterjemahkan sinyal tadi menjadi tulisan, suara, dan gambar.

Bahkan, kumpulan kode kode aneh bisa berubah menjadi sebuah mesin yg seperti punya pikiran. yaitu bisa menterjemahkan berbagai tulisan dgn tulisan dan bahasa yg kita inginkan!

Yay! Penemuan manusia yg tidak mengalami kebangkrutan itu adalah tulisan dan angka angka.

gambar nyomot dari ryuandi.blogspot.com

SIKLUS

Barusan nonton acara Uya emang Kuya. Dimulai dari pertanyaan biasa, meningkat ke pertanyaan tidak biasa, ampe kemudian pertanyaan panas, kadang disertai kelucuan kelucuan jawaban dari si narasumber. kemudian berakhir dgn pertanyaan yg mengakibatkan jawaban kesedihan dan kecewa.

Siklus seperti itu saya perhatikan ada di setiap sudut lakon drama kehidupan.

Pak Kesra tetangga saya bilang bahwa lakon film film india itu ada tiga macam. yaitu kumpul - bubar - lalu kumpul lagi. setelah itu film selesai.

Kalo di film asia, misal di film film nya Jacky Chan, penonton disuruh tertawa dulu dgn aksi aksi kocak pemain. Setelah itu baru disuguhkan drama kehidupan yg membuat penonton (seperti saya) menangis.

Di bidang usaha juga begitu. Pertama kali buka usaha biasa biasa saja. setelah itu banyak yg penasaran ingin mencoba layanan kita. kemudian mereka merasa "sreg" sehingga kita banyak langganan. Sekarang kita berada di puncak kesuksesan. Setelah itu muncul saingan. Pelanggan berpindah. Akhirnya kita bangkrut dilindas zaman. Menyedihkan.

gambar diambil dari yayang125.wordpress.com

Senin, 19 September 2011

hidup normal itu adalah dibesarkan orang tua, disekolahkan orang tua, dinikahkan orang tua, diberi modal usaha oleh orang tua, usaha bangkrut minta modal ama orang tua, apa apa minta ama orang tua

si Kibul ngajak jalan jalan saya dgn sepeda motor bututnya.

"let's go!" katanya.

"mo kemana kita?" tanyaku.

"kau ikut saja lah" jawabnya.

Motor melaju pelan. siang ini sangat panas. Jalan berdebu. Angin menderu. tak usah pake bedak bagi perawan. toh muka akan tebal oleh debu.

"sungguh akan datang banyak hal tak terduga setelah kau menikah nanti"

kata kata si Kibul memecah di perjalanan yg panas itu. kata katanya mirip pujangga. atau ketua suku pedalaman hutan belantara.

"kok bisa begitu, Bul?" tanyaku heran.

"siapa bilang orang menikah itu enak? menikah itu justru akan melahirkan pertengkaran pertengkaran. banyak hal yg tak terduga, yg tak kau bayangkan sebelumya akan muncul. saya mengalaminya sendiri, kawan. Jangan kau anggap bahwa menikah itu enak. Sesuatu yg tak ada bisa ada. Sesuatu yg tak mungkin bisa menjadi mungkin. Separuh dari pergaulanmu akan hilang. dan separuhnya lagi antara mempertahankan, atau melepaskanya!"

wiiiihh.. baru tau saya kalo si Kibul bisa ngomong kek gini. Baiklah, sementara saya akan dengarkan saja. bisiku dalam hati.

Si Kibul kemudian melanjutkan..

"kau tau, banyak orang orang terkenal karena wanita. banyak orang bangkrut karena wanita. Kerajaan kerajaan hancur juga karena wanita. Lalu siapa bilang kalo wanita itu sumber kebahagiaan. Wanita itu justru racun!

Seperti ubur ubur, cantik dari luar, transparan, tapi didekati kemudian kau sentuh, maka kulitmu akan biru terkena racun nya!. mending kalo cuma biru saja, lah kalo sampe gatal gatal, bisa repot tuh"

"benar juga ya, Bul. kata kata mu itu" sahutku.

"makanya saya sarankan padamu untuk tidak mencari kebahagiaan dgn menikah mu itu. sebab saya takut kau malah mendapatkan yg sebaliknya."

lalu saya coba menyelaraskan tujuan kalimatnya.

"teman facebook saya pun bilang begitu. Konon, menikah itu adalah penjara!
Nah, kalimat dari teman facebook ku ini justru saya jadikan untuk merayu si cewek. Aku katakan padanya: aku tawanan mu, sayang.. "

"hahaha.. Kalo dah jadi tawanan, maka dirimu siap disuruh apa saja ea. dipukul ya silahkan.. dijotos ya silahkan. hahaha"

"ya begitulah kira kira, Bul" sahutku.

Sepeda motor nya mendadak pelan. lalu berhenti. Lalu berbalik arah.

"loh, kok. Balik lagi. emang mau kemana kita?" tanyaku.

"pulang!" jawabnya cuek.

Gambar dicomot dari siswa.univpancasila.ac.id

Selasa, 06 September 2011

sebesar besar punuk, takkan bisa melampaui kepala

Sebesar atau setinggi apapun sekolah mu, takkan bisa melampaui pengalamanku sebagai orang tua. Begitulah kira kira artinya.

Ya, memang benar begitu. Tapi bukan masalah ilmu atau pengalaman, pak tua. Tapi karena umur.

Saya tau bahwa usia saya tak bisa melampaui usia mu kini yg sudah kepala tujuh lebih. Sebab kita sama sama menjalani hidup ini. Takkan mungkin saya menyalip tiba tiba usia ku menjadi lebih satu tahun denganmu misalnya.

Bwahahaha.. Ketahuan dah sekarang. Bahwa kalimat "sebesar besar punuk takkan bisa melampaui kepala" itu hanya kalimat kalah!
Kalimat pasrah menyerah!

Kau mengajarkan ke orang orang bahwa "zaman yg akan anak anak kita lalui kelak akan berbeda dgn zaman kita dulu". itu benar, pak tua. Lalu apa salahnya kalo saya lebih pandai darimu? ihik :D

###################

suatu hari saya nonton film barat judul "baby boy". Diceritakan disitu perseteruan antara calon ayah tiri dgn calon anak tirinya.

Si calon anak tiri berusaha agar laki laki yg kelak akan menjadi ayah tirinya itu gagal menyunting ibu nya yg janda.

Tapi si laki laki dewasa itu tak kalah pengalaman dong. Sebab usia nya lebih tua dari calon anak tirinya. Ia berkata "dewasa lah nak.. Bersikap dewasa lah Nak.. Urus saja keluarga dan anak mu itu"

Selasa, 30 Agustus 2011

tragedi lebaran: kisah si Kibul dan si Kayat

Alkisah, dua orang adik beradik ini hendak punya rencana surprise di pagi lebaran. Selesai sholat ied, tanpa mendengarkan khotbah terlebih dulu, mereka langsung pulang hendak menyulut petasan sebesar pohon kelapa!

Petasan itu sengaja dibuat selama bulan puasa untuk surprise di pagi lebaran!

Petasan raksasa dipanggul berdua ke tengah sawah. Orang orang yg sedang mendengarkan khutbah di masjid pasti akan kaget!
Ya, pagi lebaran itu dihebohkan dgn suara petasan yg sangat dahsyat!

"BOOMM!!"

tapi sejak ledakan itu, si Kibul dan si Kayat tak pernah muncul lagi. Di duga mereka terbunuh petasan sendiri.

Selasa, 16 Agustus 2011

si Ucil: the cerpen

si Ucil curhat padaku tentang
ayahnya yg "kuno", yg tidak
memberi kebebasan sedikitpun
padanya, hidup si Ucil jadi
terkekang.

Lalu saya katakan
padanya, " kemerdekaan bukan
untuk diberikan, tapi untuk
direbut !". (hehehe.. Provokasi)
maka terjadilah perseteruan
ayah dan anak :-):-D

Hingga akhirnya si Ucil
merencanakan sesuatu, ketika
ayahnya sedang shalat maghrib di
surau, ia dan beberapa temanya
beraksi, masuk ke gudang dan
menggasak beberapa karung gabah kering. Sayang sekali, aksi
nya itu diketahui
oleh bibi nya yg kemudian
melapor.

Pagi pagi sang ayah negur, "kau
jual dimana itu gabah gabah
kering
ku!? Kembalikan! Jangan sampe
saya lapor polisi".

si Ucil bingung, ia nya curhat lagi
padaku, maklum, saya
dianggapnya
orang yg bijak diantara teman
temanya yg lain. Aku katakan
padanya, "kau mengambil berapa karung, kembalikan saja
setengahnya, beres! Silahkan
kau gunakan uang itu untuk
menunaikan cita cita mu pergi
dari
rumah dan ayahmu yg kuno itu! Semoga kau berhasil, kawan..
Doaku selalu menyertaimu. Hikz
hikz..". si Ucil pergi meninggalkan
kampung
halaman, keluarga, dan teman2
nya. Aku tau, dalam hatinya
bergemuruh semangat
kemerdekaan.
Mardeka!
Marrdekaa!!

Satu dua bulan berlalu, satu dua
tahun pun berganti. Aku tidak
melihatnya lagi. Konon katanya ia
merantau ke jakarta. Mengais
rejeki menuai mimpi. Aku
merindukan hari hari bersamanya. Memancing, mengembara ke
pesawahan, mencuri buah buah
kebun tetangga, berburu ke
pekarangan menangkap burung,
ber malam mingguan dgn main ke
rumah teman cewek. Kami selalu bersama. Ternyata kedewasaan
telah memisahkan kita. Hingga
suatu hari, aku membaca
sms yg bunyinya, "datanglah
padaku, sahabatku.. Aku harap
bersatu denganmu, bersama seorang pemuda yg kau akan
bergetar bila menyebut namanya,
dan akan meledak riang tatkala
berjumpa".

Oh, Ucil.. Akhirnya kau pulang juga.
Aku ikut bersedih, tabahkan
hatimu Cil.. Hidup memang tidak
bisa ditebak, sesuatu yg kita
rencanakan tidak seperti yg kita
agendakan. Aku akan datang malam ini Cil.. Bersama doa untuk
ayahmu yg sudah tujuh hari di
alam baka.