Sabtu, 06 Januari 2018

belum ada judul

<img src="http://www.radarbangka.co.id/gambar/berita/berita-minum-bir-di-pantai-kipli-cs-diamankan-16954_a.jpg"/>

Dia menenggak bir kaleng dgn
rakusnya. Busanya menghujani sisi wajahnya. Saat kalengnya hampir kosong,
ia tendang seperti bola sepak.

<img src="http://4.bp.blogspot.com/-kUOfcMMlwSY/VIfvCSxGsqI/AAAAAAAAAi0/ei_yANi6dxI/s1600/tumblr_my3eluihK01r5pk33o2_500.jpg"/>

emosi masih menguasai dirinya, dia raih Les Paul Black Beauty dan
menghantamkanya ke dinding.
Dia mengangkat Telecaster
langka di atas kepalanya, menghantamkannya ke meja,
memecahkan keduanya.
Kemudian dia mengambil lagi
Les Paul yang lain, dan
mengayunkannya seperti
tongkat baseball, meremukkan lampu dan
beberapa benda lainnya
sebelum leher gitarnya
terlepas.

"Sialan, duassar koplok!," gerutunya.

Dia mendengar sesuatu yang mirip ketukan drum. Apakah ada seorang
drummer yang sedang bermain di kepalanya? Butuh waktu beberapa detik
baginya untuk menyadari bahwa salah satu tetangga sedang menggedor
gedor dinding apartemen.

"APA, KAU TERGANGGU, YA!?"

Si kibul berteriak ke arah
suara itu berasal.
suara gedor gedor tidak berhenti dan makin keras.

"OKE, OKE, TUNGGU SEBENTAR, BANGSAT!"

"DUG! DUG! DUG! DUG!".

"Motherfucker, aku
beri kau peringatan sekarang, tunggu saja" katanya.

"DUG! DUG! DUG! DUG!.

SI Kibul masuk ke kamar tidur.
Ada rokok tebu di atas meja. Dia meraih satu dan menyalakannya. Dia
menarik napas dalam-dalam dan
mendengarkan sekelilingnya. Tetangganya masih menggedor gedor tembok.
Asbak penuh dgn puntung rokok sehingga Kibul meletakkan rokok di
pinggir meja. Dia telah
mencoba menghindari
konfrontasi, tapi kepala bengalnya tak mau berkompromi. Dia membuka laci,
meraih Smith & Wesson,
Magnum 357, dan mengeluarkannya dari kamar tidur.

"Oke, HOMEFUCK, WANNA PLAY
GAMES?"

"DUG! DUG! DUG! DUG!

"DWARR!!! DWARR!!! DWARR!!! "

<img src="http://cdn2.tstatic.net/jabar/foto/bank/images/wanita-mengarahkan-pistol-hendak-menembak_20150630_101551.jpg"/>

Dia menembakkan tiga
peluru ke dinding. Tetangga itu langsung berhenti. Si Kibul tersenyum. Dia
mengarahkan pistol itu DVD,
mengarahkan ke TV-nya kemudian
meniup ujung pistol itu seperti film cowboy. Satu peluru tersisa. Dia
memegang pistol berlapis
perak dengan takjub. Dia bisa
dengan mudah bergabung
dengan Darminih kekasihnya; Yang
dibutuhkan hanyalah satu
klik dari pemicunya. Gagasan itu ditariknya. Mungkin dia akan
melakukannya dengan benar
di kehidupan berikutnya.
Perlahan, matanya terpejam,
ia mengangkat pistolnya. Pemicunya menggoda jari telunjuknya yang
merah. Ujung pistol itu terasa dingin di
pelipisnya. Sambil membaca
dirinya sendiri, dia membuka
kembali matanya. Di depannya, gitar Les Paul mengejeknya.. ada satu
titik dalam hidupnya ketika perwujudan musik ini
suci. Pengabdian bertaun taun. Gitar adalah gairah, ekspresinya, dan
identitasnya. Tapi semua itu berubah dengan satu lagu. Sekarang gitar
ini
mengingatkan bahwa si Kibul tidak akan pernah bisa mendapatkan kembali
Darminih kekasihnya.
"Tidak bisakah aku mati dengan harga diri?" Dia bertanya-tanya saat
amarah menguasai dirinya. Dia bahkan
tidak bisa bunuh diri tanpa
musik. Lengannya yang bergetar
beralih membidik salah satu
gitarnya. Ada pecahan berat
saat gitar kayu itu terbang
kemana-mana. Dia memandang
lubang besar pada gitar, lalu berjalan untuk memeriksa keakuratannya.
Itu pasti sudah mati, tapi itu belum cukup. Dia mengambil dan
melemparkannya ke pintu
kaca. Dia berjalan ke tepi balkon. Di bawah, kerumunan kecil berkumpul
mengelilingi mobil mewahnya
yang hancur.

<img src="https://img.okeinfo.net/content/2017/06/06/340/1708736/anggota-polres-kupang-kritis-diduga-tembak-kepalanya-sendiri-XM3frCmyRY.jpg"/>

"Ada yang mau tanda tangan?" Tanyanya sambil melemparkan gitar itu ke bawah.

"Tunggu sebentar, tunggu
sebentar. Aku beri
hadiah lagi! " Teriaknya, dan
berlari ke kamar tidur.
Langkah kakinya yang berat
membuat rokoknya jatuh dari meja. Jatuh di atas karpet tebal. Kibul
membuka laci, meraih
beberapa ratus dolar, dan
berlari kembali ke balkon sebelum orang orang bergegas pergi.

"Jangan bilang aku tidak
pernah memberimu apa apa," dia mengumumkan, membiarkan uangnya lenyap.
Beberapa penonton mundur, tapi segera setelah jelas bahwa itu adalah
dollar, mereka bergegas maju. Kibul melambai ke kerumunan kecil dan
masuk kembali ke dalam.

Kamis, 23 November 2017

opati

Kamis, 09 November 2017

Affan Nurmajid Cayang Mamah

Kamis, 17 Agustus 2017

Minggu, 15 November 2015

Ujang